Terjalnya Halte Busway Benhil
Well, mau nyerocos kaya apa juga ngga bakal ngerubah halte busway ini sih tapi paling ngga kita (oke, bukan kita tapi saya -puasss?) publish complain buat halte busway Benhil dan jalan menuju loketnya.
Sebagai pengguna Busway Transjakarta, maunya sih kita enjoy dengan pelayanannya, mulai dari kondisi Haltenya, jalanan di haltenya sampe kita nunggu sang Busway dateng. Mungkin di halte Benhil ini situasi dan kondisinya masih rada lumayan dibandingkan dengan halte-halte Transjakarta yang lainnya, tapi yang mendingan aja rupanya kaya gini gimana yang parahnya kan ??? check this out :
Perhatikan kecuraman dari jalan ini , bayangkan kalo lagi hujan, kelicinan baju setrikaan kalah jauh sama kelicinan ini jalan (dijamin 100% ) kalau dalam keadaan kering ajah kalian-kalian harus waspada 150% ketika hujan kalian harus ekstra hati-hati 250% (trust me ! kalau ngga mau kepleset dan menahan malu serta menahan sakit sebaiknya tingkatkan kewaspadaan ketika hujan di halte ini)
Perhatikan kecuramannya, paling tidak kalau ngga 180 derajat yaaa berarti 90 derajat lah, benar-benar halte yang dibangun tanpa perhitungan, atau memang saya yang kurang hati-hati berjalan sudah puluhan kali saya terjatuh di halte ini. Selain licin, kemiringan jalannya luar biasa mungkin cuma Menara Pisa Itali yang bisa ngalahin kemiringannya.
Kebayang ngga sih kalau ada manula, atau tuna netra, sedangkan sekuriti yang ada saja mereka sibuk dengan mengatur hal di bawah ini :
SO, semoga di evaluasi ajah lah, habis udah complaint pun ngga ada perubahan juga disini.
Kenang-kenangan dari Halte Busway Transjakarta nih :
Good Views in Buntet Pesantren
Well, you can’t blame me because I write about Buntet a lot, first of all it is my hometown, second of all it still has a really good views to be visited. Although you won’t be having much outdoor activities in Buntet I somehow always get something to do here
.
I hope this village won’t have to change into a cosmopolitan area because I really like this natural view, and this is one of the reason Buntet still has fresh air.
well, sorry for the blur picture (because I actually didn’t want her to realized that I took a picture of her).
So in front of my cousin’s house there are lots of bamboo trees, when it got shrinks it usually spread out anywhere in the street, thanks to these people they still use this recycle things from nature to make a fire and use it as their kitchen stove fire (they are so nature’s best friends ya ?
)
BNI dan ATM OFFLINE-nya
Terhitung tanggal 20 Desember 2011 mulai petang hari sampai tanggal 21 Desember siang hari ( jam berapanya saya lupa
) jaringan ATM BNI seluruh Indonesia (atau paling tidak BNI se-Jakarta) offline.
Naasnya, saya yang pemakai ATM BNI yang terintegrasi dengan Kartu Mahasiswa, setiap melakukan transaksi (transaksi ATM apapun) dikenai biaya administrasi sebesar Rp. 2500 ……… Jadi bayangkan dengan ke-MAHA TIDAK TAHUan saya akan adanya perihal ATM BNI yang sedang ‘error’ atau katanya offline saya dengan santainya utak-atik ATM saya karena setiap kali melakukan transaksi (transakasi apapun) selalu keluar tanda ‘MAAF LAYANAN YANG ANDA LAKUKAN TIDAK BISA KAMI LAYANI’ , WHAT THE HELLLL ???? dan entah berapa kali saya terkena biaya Administrasi sebesar Rp. 2500 itu , tanpa adanya kesuksesan transaksi yang saya lakukan
,
Jam 13. 20 tanggal 21 Desember 2011, saya telepon BNI call center-nya dan menanyakan apakan ATM-nya masih ‘OFFLINE’ , dan katanya (alhamdulillah sekali) ATM sudah ONLINE, tapi disarankan sebelum melakukan transaksi apapun sebaiknya melakukan pengecekan saldo rekening ( helllooooo???? saya tidak melakukan transaksi pun selama ATM saya masuk itu mesin pasti kena charge RP. 2500, BNI oh BNI )
Yah well, pada akhirnya, ATM BNI memang sudah online tapi yaaaaah, antusiasme narik duit dari ATM-nya udah ilang, mungkin saya mau ganti Bank ajah lah, yang lebih Informatif dan helpful
. Bye Bye BNI










